Bismillah
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَّامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ! أَفْشُوا السَّلَام، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ». أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ.
Dari Abdullah bin Sallam radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda,
“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah silaturahmi, berikanlah makanan, dan shalatlah di malam hari saat orang-orang sedang tertidur, maka kalian masuk surga dengan selamat.”
H.R. At-Tirmidzi [2485]; dan beliau menilainya sebagai hadits shahih.
———————————————————
📖 Petikan Pelajaran dari Hadits
■1. Bersemangat untuk menyebarkan salam.
Arti menyebarkan salam sesuai namanya: “menyebarkan”. Yaitu mengucapkan salam kepada tiap muslim yang ditemui, kenal maupun tidak.
Harus mengingat, bahwa tidak kecil keutamaan menyebarkan salam. Ia satu dari empat amalan yang membawa kita ke surga.
Jika penghalang menyebarkan salam adalah rasa sungkan dan kecenderungan tertutup, alangkah baiknya jika ditekan bertahap. Mulai ucapkan salam kepada orang-orang yang dikenal, lalu orang-orang yang tidak terlalu akrab dan sekedar tahu, bertahap untuk membiasakan.
Lagi pula, di mana salahnya ‘menyebarkan salamʼ sampai kita harus merasa berbuat yang memalukan?!
■2. Menjalin silaturahmi adalah hal yang penting.
Apalagi seperti zaman kita sekarang. Subhanallah. Kesibukan atau berbagai aktivitas pengganti yang seperti tidak ada habisnya, kadang membuat lupa bersilaturahmi.
Menjalin silaturahmi dilakukan dengan: berbuat baik kepada karib kerabat; membantu, mengunjungi, menanyakan kabar mereka; dan yang serupa itu.
■3. Berbagi makanan kepada orang-orang susah dan membutuhkan ialah ibadah besar.
Walaupun mungkin nominal uang yang dikeluarkan tidak terlalu besar, tapi sangat berarti untuk yang diberi. Lebih dari itu, ia juga amalan yang menjadi sebab pelakunya masuk surga.
■4. Keutamaan shalat malam di jam orang-orang tengah tertidur. Dan yang paling afdalnya, di kisaran sepertiga akhir malam.
Melaksanakannya di kisaran waktu tersebut jelas tidak ringan. Namun, keutamaan shalat ini besar.
Shalat malam, meskipun singkat, semisal hanya dua atau empat rakaat, kemudian ditambah satu rakaat witir; tetapi hasilnya sangat mengagumkan dalam menyuburkan iman di hati dan membangunkan rasa nikmatnya beribadah. [Minhah al-‘Allam (10/361)].
Dengan mengingat manfaatnya, semoga menjadi alasan untuk kita berusaha bangun malam dan shalat.
■5. Empat amalan diatas ialah sebab masuk surga.
Jadi, empat amalan ini seakan merupakan sebab bagi pelakunya mendapatkan husnul khatimah.
Dengan dalil, “... maka kalian masuk surga dengan selamat.”
Artinya: sampai tutup usia, kondisi ibadahnya baik. Karena inti penilaian pada seseorang ialah kondisi terakhir di kehidupannya.
Rutin menjaga empat amalan ini dapat membuat seseorang selalu diberi hidayah; juga dijauhkan dari perilaku dan sikap yang membuat nilai ketaatannya hancur. [Fiqhu Bulugh al-Maram (5/195)].
✍ -- Hari Ahadi @ Kota Raja
Serial Hadits Kitabul Jamiʼ | Bab: Motivasi Berakhlak Mulia
semoga bermanfaat, fastabiqul khairat








Tidak ada komentar:
Posting Komentar