Jika bukan karena musibah atau ujian, tentulah akan banyak mata yang enggan menangis, hati yang enggan rendah hati, tangan yang enggan menengadah keatas, bibir yang enggan Istighfar, kening yang enggan bersujud dan hidup yang terus lalai.
Terkadang perut yang lapar, dompet yang kosong, tubuh yang terbaring sakit, masalah yang menimpa, musibah yang datang, seringkali dapat memberi pelajaran bermakna dalam hidup kita yang lalai.
Karena mungkin saat kita berada dalam kesenangan, kemudahan, kecukupan, kita seringkali lalai dari mengingat Allah. Sehingga Allah pun menegur kita dengan musibah atau ujian.
Ketika kita berada di puncak kesenangan atau kebahagiaan, Maka Allah menyapa kita dengan masalah, agar kita tidak melampui batas, tidak terlalu foya-foya, tidak lalai beribadah, tidak pamer dan berlebihan.
Ketika kita dalam kondisi sehat, Maka Allah menegur kita dengan sakit, agar kita bersyukur dengan nikmat sehat, banyak memohon kesembuhan kepada Allah, belajar bersabar, tidak mudah menyia-nyiakan waktu, agar lebih menjaga pola makan dan hidup sehat.
Ketika kita dalam kemudahan, kenyamanan, kecukupan, Maka Allah menegur kita dengan kesusahan, agar kita tidak merasa hebat, tidak berbangga diri, agar rendah hati, banyak bersyukur dan tidak bersikap sombong.
Ketika kita sibuk mengejar dunia hingga lalai untuk beribadah, Maka Allah menegur kita dengan kegagalan dan kehilangan, agar kita sadar jangan berambisi dengan dunia, bahwa harta hanya titipan, bahwa dunia hanya sementara.
Begitulah terkadang cara Allah menegur kita, agar kita tidak melampaui batas, agar kita tidak merasa hebat, agar kita banyak bersyukur, agar kita dapat merenung, tidak sombong dan kembali kepada-Nya.
Sebab dengan ujian dan musibah menjadikan kita sadar bahwa kita ini lemah dan kita bukan siapa-siapa jika tanpa Allah.
✍ Habibie Quotes
______
Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum
♏anhaj 🅿️ara Rosul
📚 @yuk share
https://chat.whatsapp.com/D1x7wWtTIBZ3Vw7XlmDL
CARA ALLAH MENEGUR HAMBA-NYA
KEMULIAAN SHOLAT MALAM
Sungguh indah shalat malam seseorang, yaitu mereka bangun dan berkhalwat dengan Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dan shalatlah (kalian) di malam hari ketik aorang-orang tertidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR. Ibnu Majah 1/432 no. 1334)
Terlebih lagi jika seseroang melakukan shalat malam di sepertiga malam terkahir, dimana Allah Subhanahu wa ta’ala turun ke langit dunia mencari hamba-hambaNya yang ingin mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rabb kita Tabaaraka wa Ta’ala turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata, ‘Siapa yang berdoa kepadaKu pasti akan Aku kabulkan, dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku akan penuhi, dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti akan Aku ampuni’.”
(HR. Bukhari 2/53 no. 1145)
Maka masih malaskah kita untuk bangun shalat malam sementara Allah Subhanahu wa ta’ala mencari hamba-hambaNya? Maka masih malaskah kita untuk bangun shalat malam sementara Allah Subhanahu wa ta’ala turun ke langit dunia menwarkan karunia dan rahmatnya?
Ketahuilah bahwa waktu itulah saatnya seseorang mencari muka di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala yang Maha Pengasih, Maha Kaya.
selengkapnya: https://firanda.com/3823-khutbah-jumat-kemuliaan-shalat-malam.html
PERHATIKAN 3 HAL INI UNTUK SAUDARAMU !!
Yahya bin Mu'adz ar Rozi rahimahullah berkata:
"Hendaknya orang mukmin mendapatkan tiga hal darimu:
1. Jika engkau tidak bisa memberinya manfaat, maka jangan menyusahkanya.
2. Jika engkau tidak bisa membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih.
3. Jika engkau tidak mau memujinya, maka jangan mencelanya." [Tanbihul Ghofilin, 1/178]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
"Orang-orang yang mengasihi dirahmati oleh Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), kasihilah yang ada di bumi nicaya Yang di langit akan mengasihi kalian." [HR. Abu Dawud]
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat." [HR. Bukhari]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: "Allah akan senantiasa menolong hambaNya, selama hamba tersebut menolong saudaranya." [HR. Muslim]
Terakhir, janganlah juga kita berbuat keburukan (mencela) saudara kita. Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
"Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim." [HR. Muslim]
@dedibudika_akmar
https://linktr.ee/mutiaranasihat
Silakan dishare dan disave. Baraakallahu fiikum
SYARAT MUTLAK PEMBEBASAN AL QUDS/ MASJID Al AQSHA
بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Sobatku...
Apakah anda ingin mengetahui syarat mutlak pembebasan Palestina dan negara muslim lainnya dari penjajahan dan kehinaan?!?!
Ingin tahu syarat mutlak membebaskan Al Quds yang di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha atau Baitul Maqdis tanpa penjajahan sedikitpun dari kaum Yahudi?!?
APAKAH CUKUP DENGAN MENUNJUKKAN BERKUMPULNYA KAUM MUSLIMIN, MENGECAM DENGAN KERAS ATAU YEL-YEL GANYANG YAHUDI, HIDUP PALESTINA Atau semisalnya!
Sobat mari perhatikan beberapa perkara dibawah ini:
Kemenangan kaum muslimin melawan musuh-musuhnya sebuah keniscayaan jika Kaum
Muslimin;
- BERTAUHID TANPA SYIRIK
- MENGAMALKAN SUNNAH TANPA BID’AH
Dalil yang menunjukkan akan hal ini:
- Allah telah menjajikan syarat menjadi adi kuasa adalah BERIBADAH KEPADA ALLAH DAN TIDAK MENSYIRIKKANYYA DENGAN SESUATU APAPUN
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” QS. An Nuur:55.
- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kehinaan dan keterpurukan TIDAK AKAN PERNAH DICABUT OLEH ALLAH SEHINGGA KAUM MUSLIMIN kembali kepada agamanya yaitu AJARAN ISLAM
( إذا تبايعتم بالعينة ، واتبعتم أذناب البقر ، وتركتم الجهاد في سبيل الله ـ سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه من رقابكم حتى تراجعوا دينكم )
Artinya: “Jika kalian berjual beli dengan sistem ‘inah (salah satu sistem ribawi), menguntit ekor-ekor sapi dan meninggalkan jihad di jalan Allah, niscaya Allah menimpakan kepada kalian kehinaan, tidak dicabut kehinaan tersebut dari diri kalian sampai KALI. KEMBALI KEPADA AGAMA KALIAN”. HR. Ahmad dan Abu Daud
SEJARAH MEMBUKTIKAN!
- PERKATAAN UMAR BIN KHATTAB radhiyallahu ‘anhu KETIKA MENAKLUKKAN BAITUL MAQDIS
(نحن قوم أعزنا الله بالإسلام فمهما ابتغينا العزة من دونه أذلنا الله)
Artinya: “Kita adalah kaum yang telah Allah muliakan dengan Islam, maka walau bagaimanapun kita mencari kemuliaan dengan selainnya, NISCAYA ALLAH HINAKAN KITA”.
- PERKATAAN ABU AD DARDA’ radhiyallahu ‘anhu kepada Jubair bin Nufair rahimahullah KETIKA MENAKLUKKAN QOBROS.
(ويحك يا جبير ، ما أهون الخلق على الله عز وجل إذا أضاعوا أمره ، بينما هي أمة قاهرة ظاهرة لهم الملك تركوا أمر الله فصاروا إلى ما ترى) .
Artinya: “Celaka engkau wahai Jubair, alangkah hinanya makhluk di hadapan Allah Azza wa Jalla jika mereka meremehkan perintah-Nya, dan padahal ia akan menjadi umat yang berkuasa dan berjaya, memiliki kekuasaan, TETAPI MEREKA TELAH MENINGGALKAN PERINTAH ALLAH, akhirnya mereka akan menjadi umat seperti yang kamu lihat.”
TERNYATA SYARAT MUTLAKNYA ADALAH KEMBALI KEPADA ISLAM yang Intinya adalah DUA KALIMAT SYAHADAT:
- LAA ILAAHA ILLALLAH = BERTAUHID TANPA SYIRIK
- MUHAMMADUR RASULULLAH = MENGAMALKAN SUNNAH TANPA BID’AH
Inilah fikih realita...
Itulah mengapa dakwah salaf senantiasa mengajak umat Islam menuntut ilmu agama yang benar dengan pemahaman yang benar agar mengetahui tauhid sehingga menjauhi kesyirikan dan mengetahui amalan sunnah sehingga tidak terbawa hawa nafsu melakukan bid’ah, sehingga kejayaan dan kemuliaan iyu sebuah keniscayaan bagi umat Islam.
Inilah fikih realita...
KAUM YAHUDI TIDAK AKAN PERNAH TAKUT KALAU HANUA SEKEDAR DENGAN YEL-YEL!
Ditulis oleh Ahmad Zainuddin Al Banjary
Jakarta, Jumat 04 Rabiuts Tsani 1439H












