Edisi Bantahan
Masih lama pertengahan bulan Sya'ban, namun habib yang satu ini telah menyebarkan hadits-hadits tentang keutamaan pertengahan bulan Sya’ban. Diantaranya hadits di bawah ini,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إن الله عز وجل ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب. "والحديث ضعفه البخاري، والترمذي، والألباني، ومحققو المسند، ط الرسالة."
"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sy'aban lalu memberikan ampunan lebih banyak dari jumlah bulu domba Bani Kalb." (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Padahal hadits ini di dhoifkan oleh banyak ulama diantaranya didho'ifkan oleh Imam Bukhari, Imam At-Tirmidzi, Syeikh Al-Albany dan para pentahqiq Musnad Imam Ahmad.
Yang sungguh sangat mengherankan, ketika ada hadits shahih bahwa Allah Ta'ala turun ke langit bumi disepertiga malam terakhir, mereka tidak percaya dan menolak hadits tersebut atau mentakwilnya, memalingkan maknanya. Mereka beralasan, kalau begitu Arsy Allah Ta'ala kosong, dan kerjaan Allah Ta'ala hanya naik turun saja. Namun ketika ada hadits dhoif tentang Allah Ta'ala turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban, mereka mengamalkan hadits tersebut dengan memperbanyak berbagai ritual ibadah.
Hadits yang mereka tolak atau mereka takwil adalah hadits berikut ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Begitulah keadaan orang dalam beragama hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Satu sisi tidak yakin dengan Allah Ta'ala turun ke langit bumi, padahal haditsnya shahih, disisi lain mereka beramal ibadah khusus di malam nisfu sya’ban karena menyakini Allah Ta'ala turun ke langit bumi berdasarkan hadits dhoif.
Ketahuilah, Allah Ta'ala turun ke langit bumi disetiap sepertiga malam terakhir, bukan hanya di malam nisfu sya’ban.
Berkata Syekh Abdul Aziz Bin Marzuq Ath Tharifi rahimahullah dalam kitabnya Syarah Akidah Salaf Ashabul Hadist :
...محمد بن سلام سألت عبد الله بن المبارك عن نزول ليلة النصف من شعبان، فقال عبد الله: يا ضعيف في كل ليلة ينزل].
...Berkata Muhammad Bin Salam rahimahullah, aku bertanya kepada Abdullah bin Mubarak tentang turunnya (Allah) di malam pertengahan bulan Sya'ban (nisfu syaban).
Maka berkata Abdullah, Wahai dho'iif (orang yang lemah), di setiap malam Dia (Allah) turun.
وفي نسخة: [يا ضعيف ليلة النصف، ينزل في كل ليلة].
Di dalam salinan (nuskhoh yang lain) : Wahai dho'iif (orang yang lemah), di malam nisfu (saja ?), (bahkan) Dia (Allah) turun di setiap malam.
قال المؤلف رحمه الله تعالى: [فقال الرجل: يا أبا عبد الرحمن كيف ينزل؟ أليس يخلو ذلك المكان منه؟ فقال عبد الله: ينزل كيف شاء].
Berkata penulis Rahimahullah Ta'ala : Lalu seorang laki-laki berkata : Wahai Aba Abdirrahman bagaimana Dia turun? Bukankah tempatnya itu menjadi kosong? Maka berkata Abdullah, Dia turun sebagaimana Dia kehendaki.
وفي رواية أخرى لهذه الحكاية: أن عبد الله بن المبارك قال للرجل: إذا جاءك الحديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فاخضع له. شرح عقيدة السلف أصحاب الحديث - (للشيخ : عبد العزيز بن مرزوق الطريفي)
Dan dalam riwayat lain tentang hikayat ini. Bahwasanya Abdullah Bin Mubarak Dia berkata kepada seseorang: Apabila datang kepadamu SEBUAH HADITS dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, maka TUNDUKLAH padanya. (Syarah Akidah Salaf Ashabul Hadist).
Hadits-hadits dhoif tentang keutamaan malam pertengahan bulan Sya’ban bisa dibaca di link ini https://www.facebook.com/share/p/1MvjkebHVW/
AFM
Copas dari berbagai sumber.












