Ini adalah illustrasi tentang perang Mu'tah yang terjadi pada masa Nabi Muhammad, sekitar tahun 8 Hijriah (sekitar 629 Masehi).
Perang ini terjadi di daerah Mu'tah, dekat kota Karak di wilayah Syam (sekarang Yordania).
Pasukan Muslim yang dikirim berjumlah sekitar
3.000 orang, dipimpin oleh tiga panglima utama yang ditetapkan langsung oleh Rasulullah secara berurutan:
1. Zaid bin Haritsah (panglima pertama).
2. Jika Zaid gugur, maka Ja'far bin Abi Thalib (sepupu Nabi) yang menggantikan.
3. Jika Ja'far gugur, maka Abdullah bin Rawahah yang akan memimpin.
Pasukan lawan berasal dari Romawi atau Bizantium
dan sekutu Arab Ghassan, dengan jumlah sekitar 100.000 / 200.000 orang.
Secara militer, pasukan Muslim tidak menang, tapi juga tidak hancur - sebuah keberhasilan besar menghadapi pasukan raksasa yang akhirnya dikomandoi oleh Khalid bin Walid setelah ketiga panglima gugur semua.
Berikut taktik Khalid bin Walid dalam
menerapkan strategi mundur dari Perang Mu'tah yg tak mungkin untuk dimenangkan dan menghindari kehancuran:
1. Pasca syahidnya tiga panglima muslim, khalid bin walid dipilih oleh pasukan sbg panglima.
2. Khalid bin walid menganalisa bahwa peperangan tdk mungkin dilanjutkan karena perbedaan jumlah yg signifikan.
3. Posisi pasukan muslim diuntungkan, karena medan perangnya di suatu lembah Mu'tah yg terlindung alam, bukan di lapang luas yg beresiko kalau battle face to face.
4. Khalid bin walid memerintahkan 200 pasukan kavaleri
berkuda untuk mundur ke baris belakang dan
menunggang kudanya secara cepat di area padang pasir sehingga menciptakan efek debu yg
berterbangan, seolah-olah datang pasukan baru.
5. Pasukan muslim diminta untuk membersihkan
diri, semua panji2 Islam dibersihkan juga, seolah-olah pasukan yg baru datang.
6. Posisi pasukan diminta bertukar, semula di kanan ke kiri, kiri ke kanan, depan ke belakang, belakang ke depan, dan seterusnya.
7. Tiga hal di atas setelah dilakukan, nampak di mata musuh, dan musuh kaget menganggap pasukan muslim kedatangan bantuan pasukan baru.
8. Setelah persiapan itu semua, dilakukan serangan cepat ke arah musuh di waktu jeda istirahat, sehingga mereka kaget dan musuh mengalami pukulan telak.
9. Pasca serangan, Khalid bin walid langsung memerintahkan pasukannya untuk mundur, hal ini membuat pasukan musuh makin kaget.
Jenderal musuh menganggap ini jebakan, memancing pasukan Romawi untuk mengejar dan nanti akan dihabisi oleh "pasukan baru" yg baru datang. Sehingga diperintahkan untuk tidak mengejar.
10. Pasukan muslim mundur, dan terus mundur untuk pulang ke Madinah, dan terhindar dari penghancuran total, pada perang Mu'tah yg tdk mungkin untuk dimenangkan karena perbedaan jumlah.
Demikian kejeniusan seorang Khalid bin walid, ketika memimpin pasukan Mu'tah. Wallahu a'lam.
#perangmutah #pasukanmuslim #kisahnabimuhammad #semuaorang
Home »
» PERANG MU’TAH








Tidak ada komentar:
Posting Komentar